Proses Pengangkutan Scrap

Kegiatan angkut scrap kerja sama PT. Garuda Yamato Steel dengan Badui Grup pada bulan September tahun 2025
dalam bidang pengurusan berkas dokumen kepabeanan & agent, pengurusan bongkar muat scrap dari MV Mandiri Aster, transportasi trucking pengiriman hingga di gudang customer.
Pengangkutan scrap adalah proses memindahkan limbah material atau barang bekas (scrap) dari satu lokasi ke lokasi lain, seperti dari pelabuhan atau tempat penumpukan ke pabrik daur ulang, menggunakan berbagai moda transportasi seperti truk atau kereta api.Tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan dan memproses scrap agar dapat didaur ulang menjadi produk baru, sehingga mengurangi limbah dan tekanan pada sumber daya alam.
Proses Pengangkutan Scrap
-
Pengumpulan:
Scrap dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk pelabuhan, lokasi konstruksi, atau industri manufaktur.
-
Sortasi dan Pemilahan:
Scrap kemudian dipilah berdasarkan jenis materialnya (logam besi atau non-besi, seperti tembaga, aluminium, atau baja tahan karat) untuk memudahkan proses selanjutnya.
-
Pemotongan dan Penghancuran:
Untuk memudahkan pengiriman dan pemrosesan, scrap dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil dan dihancurkan.
-
Pengemasan:
Scrap dikemas dalam bentuk yang praktis, seperti menggunakan jumbo bag untuk memudahkan pengangkutan dan penyimpanan.
-
Pengangkutan:
Pengangkutan dilakukan menggunakan truk atau kereta api, terutama untuk volume besar, untuk memindahkan scrap ke fasilitas pemrosesan atau pabrik peleburan.
-
Pengiriman:
Setelah diproses lebih lanjut (misalnya dilebur atau dicetak), produk daur ulang dikirimkan ke konsumen atau industri lain yang membutuhkan.
COMMENT ( 0 )